Studi Keselamatan Radiasi Ruang Panoramik Berdasarkan Pengukuran Laju Dosis di Rumah Sakit X
Nicholas Austrin Theos
Source record
Source: Crossref
Published: Feb 26, 2026
DOI: 10.33510/numerion.2026.1.1.9-15
Open original source ↗Source abstract
Radiografi panoramik merupakan modalitas pencitraan gigi dua dimensi yang banyak digunakan karena dosis radiasi yang relatif rendah, biaya terjangkau, serta kemampuannya dalam menampilkan struktur gigi dan mulut secara menyeluruh. Namun demikian, potensi kebocoran tetap dapat terjadi apa bila sistem perisai (shielding) ruangan tidak dirancang dengan baik atau mengalami degradasi, sehingga berisiko menimbulkan paparan radiasi bagi pekerja maupun masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi adanya kebocoran radiasi di ruang radiografi panoramik Rumah Sakit X. Pengukuran dosis radiasi dilakukan menggunakan surveymeter Canberra pada sepuluh titik pengukuran yang telah ditentukan, baik di dalam maupun di luar ruang panoramik, termasuk area di balik dinding pelindung, dengan kondisi operasi normal. Nilai dosis radiasi yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan Nilai Batas Dosis (NBD) sesuai Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 4 Tahun 2013. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa seluruh nilai dosis radiasi berada di bawah NBD yang ditetapkan, yaitu 1 mSv/tahun atau 0,114 µSv/jam untuk masyarakat umum dan 20 mSv/tahun atau 2,28 µSv/jam untuk pekerja radiasi. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem shielding ruang radiografi panoramik berfungsi secara efektif dalam mereduksi paparan radiasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kebocoran radiasi yang melebihi batas yang diizinkan, dan ruang radiografi panoramik Rumah Sakit X telah memenuhi persyaratan keselamatan dan proteksi radiasi.
Evidence graph
No public relationships recorded yet.
Integrity note: This page is a factual metadata record created by deterministic ingestion. It is not a claim that the work moves a mathematical frontier or has been independently verified.