Indexed metadata

ANALISIS KEMAMPUAN PEMODELAN MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA

Wahyuni Wahyuni, Nurhikmah Nurhikmah, Mukhtar Mukhtar, Nursyam Anaguna

Source record

Source: Crossref

Published: Jun 30, 2026

DOI: 10.23969/symmetry.v11i1.53336

Open original source ↗

Source abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan profil kemampuan pemodelan matematika siswa SMP kelas VIII dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) ditinjau dari tingkat kemampuan matematika siswa (tinggi, sedang, dan rendah). Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif ini dilakukan di SMP Negeri 4 Wonomulyo dengan subjek penelitian sebanyak 9 siswa yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru. Instrumen yang digunakan meliputi tes tertulis berupa soal kontekstual SPLDV dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan kerangka kompetensi pemodelan Ludwig (Level 0-5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa berkemampuan tinggi berada pada Level 4 (Solusi Matematis) dan Level 5 (Interpretasi & Validasi), Artinya menunjukkan kemampuan lengkap dalam menyusun, menyelesaikan, hingga memvalidasi model; (2) siswa berkemampuan sedang berada pada Level 2 (Model Matematika) dan Level 3 (Penerjemahan Matematis), di mana mereka mampu membentuk model namun seringkali terhambat pada tahap komputasi atau menghubungkan model dengan konsep matematika; dan (3) siswa berkemampuan rendah berada pada Level 0 (Tidak Memahami) dan Level 1 (Pemahaman Dasar), yang mengalami hambatan mendasar pada tahap abstraksi dan pemahaman masalah. Temuan ini menegaskan adanya korelasi positif antara tingkat kemampuan matematika umum dengan kompetensi pemodelan, serta memberikan arahan bagi pendidik untuk memberikan intervensi pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa pada setiap level.

Evidence graph

No public relationships recorded yet.

Integrity note: This page is a factual metadata record created by deterministic ingestion. It is not a claim that the work moves a mathematical frontier or has been independently verified.

ANALISIS KEMAMPUAN PEMODELAN MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA — Mathematical Frontier Network